Berita

Berita

Berita terkait kegiatan maupun agenda yang akan dilaksanakan di NTB. Berita selengkapnya ada di Website Pemerintah Provinsi NTB
Belum Efektif, Sekda NTB Minta FKD Mitra Praja Utama Lakukan Revitalisasi Kekinian

Mataram-Esensi Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) menjadi penting dan tetap dibutuhkan baik dulu, kini dan pada masa yang akan datang untuk saling support satu sama lainnya. Sehingga terkait dengan 12 perjanjian kerjasama untuk dievaluasi jika belum epektif maka perlu direvitalisasi sesuai dengan kondisi kekinian.

Penekanan tersebut disampaikan sekda NTB, Drs. HL. Gita Ariadi, M.Si mewakili Gubernur pada rapat gabungan  FKD-MPU ke XXII 2022, di  Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Mataram Rabu (23/11).

"Saya mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini kepada jajaran pemerintah provinsi yang telah mengawal hingga sampai saat ini forum MPU masih tetap exis," ungkapnya.

Miq Gita, panggilang akrab  pejabat senior Pemprov NTB ini menambahkan, untuk keberlanjutannya maka harus terus melakukan kalaborasi dan sinergi agar berjalan sesuai yang diharapkan.

"Kami Pemerintah Provinsi NTB, berkomitmen memberikan dukungan agar keberlanjutan forum MPU ini dengan catatan pola-pola kerjasama yang telah disepakati bisa lebih efektif dan bisa diimplementasikan," ujarnya. 

Masih kata Miq Gita, diharapkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh jajaran Dinas dan Biro bisa menciptakan kemitraan yang harmonis bagi 10 anggota provinsi yang tergabung dalam forum MPU ini merasa seperti rumah sendiri. 
Karo Pemerintahan Ir. Lalu Hamdi  dalam laporannya mengatakan,  rapat gabungan forum MPU dimulai dari 23-25 November 2022.

“Rapat gabungan ini merupakan tindak lanjut terhadap MOU yang sudah disepakati oleh forum kerjasama daerah. Selain itu, ini menjadi forum diskusi dalam rangka menyusun rencana aksi merupakan implementasi terhadap perjanjian kerjasama tersebut," sebutnya. (san/her/diskominfotik)

pada 23 Nov 2022
NTB Borong Penghargaan Kesehatan Lingkungan STBM Award 2022

Pemerintah Provinsi NTB bersama 9 Pemerintah Kabupaten/Kota di NTB berhasil memborong penghargaan bidang kesehatan lingkungan STBM Award Tahun 2022 dari Kementerian Kesehatan Republik Inonesia.

Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mewakili Gubernur NTB menerima anugerah penghargaan STBM Award kategori Percepatan 100 persen SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) yang diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, di Recovery Hotel Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu 23 November 2022.

Kementerian Kesehatan RI menilai Pemerintah Provinsi NTB berhasil mendorong kabupaten/kota memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam mempertahankan layanan sanitasi berbasis masyarakat tahun 2022.

Sedangkan Sembilan kabupaten/kota di NTB yang juga mendapatkan penghargaan serupa yakni, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Sebagai catatan, untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pada 2021 lalu sudah lebih dulu mendapatkan penghargaan STBM Award 2021 dari Kementerian Kesehatan. Bahkan, Kabupaten Sumbawa Barat merupakan satu - satunya Kabupaten di Indonesia yang sudah berhasil menuntaskan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sangat mengapresiasi capaian yang telah berhasil diraih oleh Pemerintah KSB tersebut.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menyatakan, penghargaan kesehatan lingkungan STBM Award dan Penyehatan Pangan diberikan Kementerian Kesehatan kepada pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota, Penyelenggara Bandara dan Pelabuhan, Rumah Sakit, Sekolah, Sanitarian terbaik, Kepala Desa dan Natural Leader untuk percepatan ODF (Opeb Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan Tahun 2022.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-58 Hari Kesehatan Nasional dan percepatan transformasi kesehatan. “Kemenkes memberikan penghargaan sebagai salah satu bentuk advokasi dan meningkatkan komitmen pembinaan, untuk mendorong, menstimulasi keberhasilan penyelenggaraan program penyehatan lingkungan serta apresiasi terhadap kinerja petugas, institusi dan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara untuk penghargaan bidang kesehatan lingkungan yang diberikan antara lain: Penghargaan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat (PBUS), Penghargaan Sanitasi Total Berbasis masyrakat (STBM) Award, Penghargaan Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dan Penghargaan Sentra Pangan Jajanan/kantin yang memenuhi sarat hygiene sanitasi.

Wakil Gubernur Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah atau Umi Rohmi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI yang telah memberikan penghargaan untuk Pemerintah Provinsi NTB dan 9 kabupaten/kota di NTB atas pelaksanaan program STBM. 

Penghargaan ini akan memotivasi pemerintah daerah untuk terus mendorong dan memobilisasi masyarakat agar lebih memahami dan melakukan perilaku yang higenis dan sanitasi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengolahan Air Minum dan makanan di Rumah Tangga (PAM-RT), Pengemasan Sampah Rumah Tangga (PS-RT), dan Pengemasan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT). _(naskah: rinduLangit/foto: Adit)_

pada 23 Nov 2022
Meriahkan HUT NTB, Gubernur Sambut Baik Gelaran Pacuan Kuda Loteng,

Mataram—Dalam rangka memeriahkan HUT NTB yang k-64, berbagai event dan lomba banyak digelar. Salah satunya adalah Lomba Pacuan Kuda di Kab. Lombok Tengah pada tanggal 11 hingga 18 Desember mendatang. 

Hal tersebut pun disambut baik oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima audiensi dari Panitia Pacuan Kuda Loteng di ruang kerja Pendopo Gubernur, Selasa (22/11).

Oleh karenanya, ia meminta kepada panitia pacuan kuda agar segera melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) daerah NTB untuk mendiskusikan hal tersebut.

“Saya minta segera konsultasikan rencananya ke Pordasi NTB karena akan banyak perubahan-perubahan baik kelas kuda, cara pacu, joki, dan juga putarannya,” kata Bang Zul, sapaannya.

Bang Zul berharap lomba Pacuan Kuda di Loteng dapat menjadi langkah awal persiapan Provinsi NTB untuk memperoleh banyak medali pada penyelenggaraan PON 2028.

“Mudah-mudahan ini jadi langkah awal persiapan NTB untuk memperoleh banyak medali di PON 2028 dari pacuan kuda,” harapnya.

Ditambahkannya bahwa manusia memanglah resisten dengan perubahan. Sehingga meskipun perubahan itu tidak mudah, namun kita harus tetap berani untuk memulai. 

“Setiap perubahan tidak mudah! Kadang hrs ribut-ribut dan gaduh dulu. Karena sejatinya kita manusia memang resisten terhadap perubahan. Tapi memang harus ada yang berani memulainya,” tutup Gubernur. (dea/ofik/diskominfotikntb)

pada 23 Nov 2022
Gubernur NTB Resmi Buka Acara Akbar TKMPN XXVI 2022 di Lombok

Mataram—Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka secara resmi acara akbar Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Selasa (22/11). Acara tersebut dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 21 November hingga 25 November 2022.

TKMPN XXVI di Lombok diikuti lebih dari 1500 peserta kompeten kelas nasional di bidang manajemen mutu dan produktivitas kerja. Mereka merupakan perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia. Acara TKMPN ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Lombok setelah sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2012 lalu. 

Gubernur pun mengatakan bahwa TKMPN merupakan sebuah acara yang menarik untuk meningkatkan produktifitas dan inovasi karya anak-anak bangsa. Dikatakannya, menciptakan sebuah inovasi bukan proses yang singkat. Artinya inovasi itu bukan sekedar unik, tetapi harus mampu melahirkan inovasi-inovasi lainnya.

“Ini topik yang sangat menarik untuk produktifitas dan inovasi karya anak bangsa kita. Menciptakan inovasi bukan proses yang sebentar. 
Dorong teman-teman kita melakukan inovasi pada area dimana kita punya kontravensi tinggi. Artinya bukan sekedar unik, tapi inovasi itu nantinya akan melahirkan inovasi-inovasi berikutnya yang akan merubah wajah industri kita secara keseluruhan,” kata Bang Zul, sapaannya.

Oleh karena itu, Bang Zul berharap momentum TKMPN di Lombok tidak hanya dimanfaatkan untuk unjuk pengetahuan dan kreatifitas, tetapi dapat dimaknai sebagai cara untuk berekspresi sebagai manusia. Selain untuk berkompetisi, ia juga mengajak para peserta untuk menikmati keindahan Pulau Lombok.

“Momentum di Lombok harus dimaknai sebagai cara kita berekspresi sebagai manusia. Terima kasih kepada panitia yang telah memilih Lombok. Mudah-mudahan punya kenangan yang baik dan hangat disini,” harapnya.

Acara akbar TKPMN diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktifitas Indonesia (AMMPI), didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Povinsi NTB, serta organisasi-organisasi professional lainnya. TKMPN sudah terlaksana selama 25 tahun sejak tahun 1997. (dea/ofik/diskominfotikntb)

pada 22 Nov 2022
Penjelasan Gubernur NTB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD TA. 2023

Mataram—DPRD Provinsi NTB menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun 2022 dengan agenda Penjelasan Gubernur terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Tahun Anggaran 2023 pada Senin (21/11).

Dalam penjelasan Gubernur yang dibacakan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan bahwa Pemerintah terus melakukan kerja untuk meramu dan menyusun Raperda APBD dalam melangsungkan pemerintahan di NTB. 

“Pemprov NTB telah melakukan kerja-kerja untuk meramu dan menyusun Raperda tentang APBD yang merupakan arah kebijakan fiskal kita dalam melangsungkan pemerintahan di NTB. Kami terus berkomitmen bahwa segala kebijakan yang tertuang dalam Raperda APBD ini nantinya akan benar-benar membawa keberpihakan dan kemaslahatan bagi setiap warga NTB,” kata Wagub. 

Raperda APBD tersebut terdiri atas rincian peraturan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah TA. 2023. Adapun besaran pendapatan daerah pada rancangan APBD tahun anggaran 2023 sebesar 5,96 triliun lebih bertambah sebesar 5,84% dibanding APBD tahun anggaran 2022.

Belanja daerah tahun anggaran 2023 direncanakan 5,9 triliun Rupiah lebih Mengalami penurunan sebesar 4,92% Dibanding APBD tahun anggaran 2022

Pengeluaran pembiayaan daerah terdiri dari Penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan Sebesar 5 milyar Rupiah. Sedangkan Pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan Sebesar 23 milyar Rupiah.

Kondisi-kondisi dinamis yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyulutkan langkah pemerintah untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan serta melanjutkan langkah untuk pembangunan daerah NTB.

“Pemerintah NTB terus melakukan upaya-upaya yang maksimal demi mengatasi masalah fiskal yang timbul akibat pasca Covid-19 dan tekanan inflasi. Permasalahan dalam bidang lainnya seperti bidang kesehatan, bidang sosial dan keamanan terus diupayakan solusi dan penanganannya. Pembangunan fisik dan meningkatkan kualitas SDM yang lebih maju, pemanfaatan SDA yang optimal serta mendorong industrialisasi  guna mewujudkan masyarakat NTB yang gemilang,” sambungnya.

Berkat kerja keras seluruh pihak, NTB termasuk dalam jajaran Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia dan termasuk ke dalam Provinsi dengan angka pengangguran terendah. Angka rata-rata lama sekolah NTB juga meningkat dengan cukup tajam. Ini adalah upaya keras pemerintah untuk meningkatkan IPM. Di bidang kesehatan, angka stunting di Provinsi NTB sudah di bawah 17%, termasuk yang terendah di Indonesia. Begitu juga dengan pemanfaatan renewable energy, NTB adalah termasuk Provinsi dengan pemanfaatan renewable energy tertinggi di Indonesia. 

Pemerintah provinsi pun berharap Raperda APBD TA 2023 dapat menjadi instrumen fiskal untuk pertumbuhan ekonomi daerah di NTB.

Selain membahas mengenai Nota Keuangan dan Raperda APBD TA. 2023, pada rapat paripurna tersebut juga membahas tentang Keputusan DPRD Prov. NTB Tentang RKT Tahun 2023. (dea/ofik/diskominfotikntb)

pada 22 Nov 2022
Gubernur NTB Paparkan Inovasi Unggulan Daerah di Kemendagri sebagai Nominator Innovative Government Award 2022

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan presentasi sebagai nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022, pada klaster Provinsi, di Ruang Sidang Utama Gedung A  Kemendagri, Jakarta, Senin 21 November 2022.

Di hadapan Tim Juri yg berasal dari Kementerian Lembaga, Universitas, LSM, dan perwakilan media, Bang Zul Gubernur NTB memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi unggulan daerah. Selain NTB, 6 provinsi lain yang terpilih sebagai nominator IGA 2022 adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan  Jawa Barat dan Provinsi Bali

Inovasi unggulan daerah yang dipaparkan Gubernur NTB diantaranya inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang sebagai solusi kebangkitan ekonomi di masa pandemi, inovasi OPD dengan kehadiran Brida (STP yang diperluas), Inovasi SMK menjadi Blud SMK dan Teaching Factory untuk mengakselerasi industrialisasi, inovasi industri permesinan, alat transportasi dan EBT melalui STP serta Lombok Sumbawa Fair sebagai bagian dari dampak gelaran event internasional WSBK 2022.

Mengawali presentasi, Bang Zul memaparkan terkait externalitas positif event internasional di NTB. Dimana, gelaran event-event internasional itu berdampak positif bagi kemajuan pembangunan seperti hadirnya jalan bypass Bizam – Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional dan Lombok Sumbawa fair standar internasional.

“Ini di WSBK kemarin yang memenuhi lapangan internasional Mandalika bukan lagi produk dari Jawa Barat, dari China dan lain sebagainya. Semua dari provinsi kami,” tutur Bang Zul.

Pada momentum itu, Bang Zul juga memaparkan tentang keberanian NTB untuk terus melakukan inovasi-inovasi diantaranya inovasi industrialisasi. Seperti sate rembiga yang sekarang sudah dibungkus dengan kemasan, ayam taliwang yang sudah dikalengkan, hingga membuat alat rapid antigen.

“Kami ada berkah dengan hadirnya covid. Ketika provinsi lain memilih ngasih bantuan berupa uang tunai, NTB dengan berani tidak memberikan uang tetapi memberikan komoditas lokal pada masyarakat. Masyarakat tidak bisa nolak karena pemberian. Jadi masker kami buat sendiri serbat jahe buat sendiri, teh kelor, kopi, gula aren, beras, garam, ikan kering, minyak kelapa semua kami bikin sendiri,” ungkap Bang Zul lengkap.

NTB Mall dan Mahadesa juga menjadi fokus paparan Bang Zul. NTB Mall hadir untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM yang dibuat masyarakat lokal melalui digital marketing. Inovasi NTB Mall telah membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di lapak digital. Sedangkan Mahadesa adalah outlet BUMD-BUMD yang menampung produk-produk lokal yang siap memasuki pasar dan diintervensi pemerintah.

Inovasi di bidang permesinan juga disampaikan Bang Zul, Produk yang disampaikan diantaranya Sepeda listrik yang memaknai NTB sebagai green tourism, dokar listrik dan mesin-mesin indutri pertanian. 

“Permesinan ini kita bikin sendiri, mungkin kualitasnya tidak sebagus yang dari China, harganya kadang lebih mahal tapi ada “cost of learning”, dan semua bantuan petani kita semua kita menggunakan mesin-mesin lokal,” tutur Bang Zul menutup presentasi.

pada 21 Nov 2022
Bunda Niken Himbau Masyarakat NTB untuk Gemar Konsumsi Ikan

Lombok Tengah–Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menghimbau masyarakat NTB untuk Gemar mengkonsumsi ikan. Ia beralasan mengonsumsi ikan dinilai penting bagi kesehatan, karena ikan memiliki gizi yang tinggi untuk kecerdasan, pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak.

"Bahan dasar ikan bisa dijadikan bakso dan siomay yang nikmat dan bisa menjadi menu keluarga sehat kita," ujarnya dalam pengarahannya di Aula Kantor Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok tengah, senin (21/11). 
Bunda Niken saat Sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengelolaan Ikan yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) juga menjelaskan, pentingnya mengonsumsi ikan untuk masyarakat, utamanya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. 

“Acara pelatihan seperti ini menjadi salah satu wadah untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan. Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting. Semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.

Ketua Forikan NTB yang juga Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan, bahwa ikan adalah salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap, namun harganya terjangkau. Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.

“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya. Saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” pintanya.

Ia berharap kepada Kader PKK, Posyandu dan Ibu-ibu masyarakat Montong Gamang, untuk  terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan seperti ini. Sebab, terkadang masyarakat lalai akan pentingnya hal ini untuk pertumbuhan generasi muda NTB.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan lebih murah dari daging dan proteinnya ikan sangat penting untuk kita semua. Mudah, murah dan lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan Insya Allah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.

Kades Montong Gamang, Sofiyan S.Pd sangat terkesan dengan kehadiran Bu Niken karena bisa memberikan motivasi dan kesadaran bagi warganya agar mau dan gemar makan ikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memberikan quiz bagi ibu-ibu dan sesi foto bersama, Kehadiran Bunda Niken didampingi Kadis Dikbud, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Tengah dan Pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah serta Aparat Camat dan Desa Montong Gamang. (Nina/her/Diskominfotik)

pada 21 Nov 2022
Bunda Niken Tekankan Stop Kekerasan dalam Pengasuhan Anak

Lombok Tengah–Bunda PAUD Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengingatkan menyetop kekerasan dalam pengasuhan anak. Ini penting dilakukan agar jangan sampai ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak karena mereka sangat peka dan akan berdampak tidak baik kedepannya. 

Hal tersebut diingatkannya  saat pertemuannya dengan seluruh Bunda PAUD, Guru serta Orang Tua murid PAUD/TK se Kecamatan Kopang di PAUD Habibu At-Tholabah Desa Montong Gamang, Kecamataqn Kopang, Lombok Tengah Senin (21/11). 

"Kita harus hati-hati terhadap kekerasan pada anak karena kalau dari kecil sudah diberikan kekerasan maka ketika dewasa dia akan menjadi orang yang jiwa dan hatinya keras," ungkap Bunda Niken, sapaan akrabnya dihadapan Kepala Dikbud NTB, Muspika Kecamatan Kopang, Kepala Desa dan Perangkat Desa Montong Gamang. 

Bunda Niken juga menekankan, sebagai orang tua juga tidak hanya menyerahkan anak kepada sekolah melainkan di rumah orang tua juga harus belajar dalam mengasuh anak yang dapat dilakukan melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB). 

"Luar biasa disini warga desanya pintar-pintar semua jadi anak-anak PAUD disini mendapatkan pendidikan dan pola asuh yang baik terutama dari guru-guru PAUD nya yang sudah mendapatkan pelatihan dari PKK Provinsi," tuturnya. (nina/her/Diskominfotik)

pada 21 Nov 2022
Road Show Bunda PAUD NTB, Bunda Niken Dorong Pengembangan PAUD HI

Lombok Tengah–PAUD Holistik Integratif (HI) merupakan landasan awal untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini (0-5 tahun) meliputi yakni Pendidikan, Pengasuhan, Perlindungan, Kesehatan dan Kesejahteraan (P3K2).

Bunda PAUD Provinsi NTB Hj.  Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan,  bahwa merupakan tugas guru, orang tua, bunda PAUD setiap desa untuk menyiapkan pendidikan anak-anak sejak usia dini agar kedepannya mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain. Tidak hanya menonton dan tidak tau apa-apa. 

Pernyataan tersebut disampaikan Bunda Niken, sapaan akrabnya, ketika memberikan pengarahan dalam acara Road Show Bunda PAUD di PAUD Habibu At-Tholabah, Desa Montong Gamang, Kopang Senin (21/11).

"Kita ingin seluruh PAUD yang ada di NTB khususnya Desa Monting Gamang dan Kecamaran Kopang umumnya untuj bisa memenuhi ke lima hal tadi yaitu P3K2 agar dapat memenuhi kriteria sebagai PAUD HI," tuturnya. 

Bunda Niken menambakan, bahwa untuk tahun ini akan diadakan Gebyar PAUD dengan lomba-lomba yang hanya bisa diikuti oleh PAUD yang sudah HI untuk memberikan penghargaan kepada PAUD HI yang berkualitas. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan untuk memberikan anak-anak pendidikan dengan memperhatikan 3 hal penting terhadap perkembangan anak usia 0-8 tahun. 

"Ada tiga perkembangan yang perlu kita dampingi, pertama emosinya, kedua mentalnya dengan memahami apa yang diinginkan anak, kemudian ketiga fisiknya, denfan tetapb melihat perkembangan anak baik tinggi maupun berat badannya", pungkasnya. (Nina/Her/Diskominfotik)

pada 21 Nov 2022
Wagub NTB Dukung Penuh Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Mataram—Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mendukung penuh langkah Asosiasi Penyelenggara Kegiatan Nusa Tenggara Barat (ASPPEK) NTB yang berkolaborasi dengan beberapa stakeholders terkait untuk mendeklarasikan gerakan nol sampah di setiap event yang diselenggarakan di NTB.

Pesan tersebut disampaikannya pada saat menghadiri Kegiatan Hortikultura Urban Fest X KINGSMAKER di Lapangan Sangkareang, Mataram pada Sabtu (18/11).

“Apresiasi kepada ASPPEK, karena telah melakukan satu hal untuk menjaga kelestarian di NTB,” ujarnya.

Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub, menjelaskan kegiatan ini juga merupakan gerakan peduli kebersihan dan mendukung Program "Zero Waste" Pemprov NTB. Ia berharap agar langkah ini dapat di lakukan oleh seluruh elemen masyarakat di NTB.

“Melalui deklarasi ini mudah-mudahan dapat menular kepada seluruh elemen masyarakat di NTB. Mari tingkatkan kolaborasi agar deklarasi ini dapat terwujud di seluruh NTB,” tutupnya.

Sementara itu, Agus Panca selaku Ketua Panitia Hortikultura Urban Fest X KINGSMAKER, menyampaikan gerakan event nol sampah NTB memberi perhatian pada event-event yang belakangan digelar di Lombok, baik dari skala nasional hingga internasional.

Lanjutnya, pihaknya berharap seluruh penyelenggara acara yang membuat event di NTB ke depan dapat mengakomodir secara mandiri sampah mereka pasca-event, sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga dapat dijaga dengan upaya bersama.

“Semoga dengan apa yang telah kami lakukan dapat membantu mewujudkan Program “Zero Waste” yang dicanangkan oleh Pemprov NTB. Terimakasih kepada bu Wagub yang secara langsung membersamai kami dalam deklarasi ini,” ucapnya. (bayu/opk/diskominfotikntb)

pada 20 Nov 2022
Menampilkan 11 sampai 20 dari 2648 berita
Facebook